![]() |
| Photo diambil di Sanggar Pamujan Purwalaksana, Bendosewu, Talun, Blitar. |
Om Swastyastu.
Sampurasun.
Om Awignam Astu Namo Siddham.
Sampurasun.
Om Awignam Astu Namo Siddham.
Halo saudaraku semuanya.
Kali ini saya akan membuka diri saya, bercerita tentang diri saya di blog pribadi saya sendiri. Semoga di cerita saya kali ini memberikan motivasi buat kalian yang baru/ingin masuk hindu. Mohon maaf jika ada salah kata atau yang tersebut nama tempat atau orang di cerita saya.
Catatan : Saya juga tidak ada paksaan dari pihak manapun dan pura manapun untuk saya pindah keyakinan. Saya sendiri yang meminta romo dharmika selaku pendeta yang men sudiwadani kan saya. Dan Terima kasih banyak atas bantuan pembuatan surat keterangan masuk agama hindu. Meskipun itu 100% Belum Jadi.
Kali ini saya akan membuka diri saya, bercerita tentang diri saya di blog pribadi saya sendiri. Semoga di cerita saya kali ini memberikan motivasi buat kalian yang baru/ingin masuk hindu. Mohon maaf jika ada salah kata atau yang tersebut nama tempat atau orang di cerita saya.
Catatan : Saya juga tidak ada paksaan dari pihak manapun dan pura manapun untuk saya pindah keyakinan. Saya sendiri yang meminta romo dharmika selaku pendeta yang men sudiwadani kan saya. Dan Terima kasih banyak atas bantuan pembuatan surat keterangan masuk agama hindu. Meskipun itu 100% Belum Jadi.
Sebelumnya saya akan memperkenalkan diri terlebih dahulu. Nama saya Nur Syawaludin. Umurku 20 tahun. Tinggal di Cimanggu Bogor. Asli saya orang sunda. Banyak sekali yang bilang asli saya bali soalnya saya sedikit bisa bahasa Bali.
Saya mengenal hindu pada tahun 2013 yang lalu pada masa smp kelas 1 (masih jamannya internet mulai booming waktu itu.). Saya dulu suka banget yang namanya belajar otodidak. Jadi saya telusuri apa itu agama hindu lewat ponsel saya yang masih bagus pada masanya.
Saya melihat video Calonarang, dan saya suka Calonarang tersebut meskipun seram kelihatannya. Namun saat saya melihat video Calonarang tersebut, teman menghampiri saya dan melihat video tersebut. Akhirnya teman saya melarang melihat video tersebut dengan alasan itu musrik atau apalah.
Saya mencoba membuat akun palsu (fake) bernama I Made Dewa Cahya sampai sekarang akun itu masih saya pegang meskipun kurang aktif. Saya melihat informasi yang ada di Facebook palsu saya tersebut dan mengenal orang orang Bali. Saya pun sempat ingin belajar hindu lewat seseorang teman Facebook tersebut. Namun pada akhirnya teman Facebook tersebut mengajarkan sedikit tentang agama hindu.
Waktu smp kelas 1 saya pernah mimpi ke pura. Padahal saya tau pura lewat acara di tv. Belum pernah ke pura sekalipun waktu smp. Di mimpi tersebut saya duduk di pura tersebut dan mencoba mengikuti orang yang sedang sembahyangan tersebut. Lalu ada orang yang menghampiri lalu memercikkan air suci dan saya suruh meminumnya 3 kali dan membasuhnya 3 kali. Habis itu dia menempelkan beras di ubun ubun saya dan di bawah leher saya. Saya ingin menanyakan kepada orang yang menghampiri tersebut namun orangnya sudah tidak ada. Sayapun keluar dari pura tersebut dan terbangun dari mimpi. Ternyata sudah pagi.
Waktu smp saya tidak sempat membuka hp karena waktu itu ajaran dari MTs (Madrasah Tsanawiyah) melupakan semua itu. Dan saya hanya fokus belajar agama islam. Semua tentang Ajaran Dharma pun terlupakan.
Sejak lulus smk saya teringat mimpi pada smp kelas 1 yang lalu ternyata ada pura di Bogor. Saya pun baru tau itu. Saya pun mencari di google maps. Ternyata ada di Pura Parahyangan Agung Jagatkarta Gunung Salak. Pas saya ada waktu saya sempatkan ke sana kebetulan ada teman yang ingin mengantarkan dan masuklah ke pura tersebut.
Akhirnya jawabannya terselesaikan. Ternyata pura yang ada di gunung salak mirip banget sama yang di mimpi saya. Mungkin ini jalannya dari Tuhan. Tapi saya diarahkan ke pura yang satunya yaitu Pura Melanting dan Pasar Agung Gunung Salak. di sana ada seorang pemangku yang tinggalnya lama sekali. Sekian 40 tahun lebih. Bayangkan. Beliau pencetus pendirian Pura Melanting dan Pasar Agung Gunung Salak serta Pura Parahyangan Agung Jagatkarta Gunung Salak Bogor. Saya beruntung kenal beliau. Saya setiap hari pergi ke Pura Melanting dan Pasar Agung Gunung Salak untuk bantu bantu di pura tersebut. Dan saya bisa melihat aktivitas Umat Hindu seperti apa. Dan saya semakin tertarik dengan kesadaran diri dan kembali ke jalan leluhur saya yang sebenarnya.
Cerita dilanjutkan di Perjalanan ke Jalan Dharma - Part 2
Terima kasih telah membaca cerita ini. Ditunggu Part 2 nya
Om Shanti Shanti Shanti Om.
Salam.
NUR SYAWALUDIN.
Salam.
NUR SYAWALUDIN.

Om swastyastu dek, mugi rahayu mulyaning jagat 🙏. Tetap semangat dan optimis bahwa apa yang ada dalam kehidupan mu itu berkaitan dengan leluhurmu di masalalu.
BalasHapusTeruslah belajar dalam ajaran dharma. Semoga Ida Shang Hyang Widhi Wasa memberkati kita semua . Svaha
Matur suksma 🙏🙏
HapusMantap semoga Rahayu dalam segala tindakan mu dik .. 🙏🙏🙏 salam dari kakakmu bli Ngurah
BalasHapusTerima kasih atas komentarnya blii.
HapusNur anda tidak pindah agama tetapi kembali ke kesadaran darma. Hindu antara lain mengajarkan asih kepada sesama. Di tatar sunda ada kearifan lokal yang dikenal dengan asah,asih,asuh. Mari kita silih asah asih dan asuh untuk memperkokoh kesadaran spiritual kita di jalan darma. Saya lebih dari 15 tahun jadi pengurus PS(perguruan silat) Partisan Siliwangi yang didirikan oleh alm AmaPuradireja di Sagalaherang Subang. Ketika masih jadi pengurus saya keliling Jawa Barat menemui sdr seperguruan s. Setiap maulid Nabi saya ke Sagalaherang menemui rekan seperguruan yg ziarah ke pusat perguruan sekalian ke makam Ama. Saya senang baca perjalanan Nur kembali ke jalan darma.
BalasHapusTerima kasih pak atas komentarnya. Semoga dalam lindungan Hyang maha kuasa.
HapusSalut dengan kegigihan Dik Nur, semoga selalu diberkati dan dilindungi Ida Sang Hyang Widi Wasa, selamet rahayu dan senantiasa di jalan Dharma🙏🙏🙏
BalasHapusSaya tidak tau ini siapa. Tapi terima kasih ya.. semoga sehat selalu...
HapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus