Bersama Ida Bhagawan Giri.

Sampurasun
Om Swastyastu.
Namo Buddhaya.

Halo Saudaraku Semua.
Selamat datang di blog pribadi saya. Bagaimana kabarnya kalian? Semoga selalu dilindungi Ida Sanghyang Widhi Wasa. Kali ini saya ingin melanjutkan cerita perjalanan dharma saya ini. Sebelumnya saya sangat berterimakasih banyak bagi yang sudah baca artikel saya di Part 1. Bagi yang belum membaca perjalanan sebelumnya bisa di klik Perjalanan Ke Jalan Dharma - Part 1. Terima Kasih.

Catatan : Saya juga tidak ada paksaan dari pihak manapun dan pura manapun untuk saya pindah keyakinan. Saya sendiri yang meminta romo dharmika selaku pendeta yang men sudiwadani kan saya. Dan Terima kasih banyak atas bantuan pembuatan surat keterangan masuk agama hindu. Meskipun itu 100% Belum Jadi.

Saya waktu itu pergi ke ngawi sekitar tanggal 18 Juni yang lalu. Sebetulnya saya hanya bertemu dengan teman lama di Facebook. Waktu itu saya di ajak ke Umbul Jambe, Alas Ketonggo, Ngawi. Di sana suasananya tenang sekali dan di sana bukan hanya ada pura yang sederhana saja. Tetapi ada tempat persembahyangan yang lain. Saya waktu itu belum kembali ke jalan dharma. Saya ikut sembahyang bersama teman. Habis selesai sembahyang. Saya diceritakan sejarah tempat ini oleh teman saya. Ternyata ini dibuat oleh masyarakat Kediri bukan oleh masyarakat asli Ngawi.

Bersama dengan pak Bagus Nawoto Seno di Umbul Jambe.

Beliau bilang "apakah disini tempatnya nyaman?" Saya bilang "nyaman pak tempatnya" saya disuruh memegang tangan bapak tersebut. Membayangkan sesuatu seakan akan saya sedang meditasi. Setengah sadar (saya bisa dengar suara tapi badan saya tidak melakukan apapun.) Dan saya tiba tiba tidak sadarkan diri. Saya tiba tiba dalam posisi tertidur.

Saya masih ingat saya dituntun oleh seseorang yang berpakaian jubah emas kerajaan pada saat tidak sadar. Dan saya lupa lagi soal itu. Beliau berpesan "Kamu akan segera kembali ke jalan leluhur. Kamu harus sabar dalam menjalani kehidupan. Kamu akan melewati rintangan dan cobaan yang berat suatu saat nanti. Dan ingat tujuan kamu mencari jati diri. Tapi ingat juga dalam menuntut ilmu." Itu yang dia bilang.

Singkat cerita. Saya menginap di rumah teman saya selama 5 hari. Saya ditunjuk oleh teman saya ke tempat teman beliau di Kediri. Yasudah saya menuju ke Kediri menaiki Bus. Habis sampai di sana saya tidak tahu teman saya tinggal sementara di rumah pendeta hindu. Saya menginap selama 2 hari 2 malam.

Pendeta hindu berbicara kepada saya "Apa tujuan kamu ke sini dan tujuan selanjutnya nanti?"
Saya bicara "Di sini saya ingin bertemu teman saya dan tujuan selanjutnya menuju blitar".
Lanjut saya bicara "Saya tinggal di Bogor dan saya sering ngayah di pura melanting gunung salak Bogor."

Singkat cerita saya bilang lagi "Saya ingin kembali ke jalan dharma, apakah pendeta bisa me sudiwadanikan saya?."
Pendeta Hindu bilang "Bisa, saya juga banyak membantu me sudiwadanikan banyak orang. Tapi, kamu harus sabar dengan orang tua kamu apakah orang tua setuju atau tidak itu belum tahu. Tapi setidaknya kamu ida di lukat pembersihan setelah itu sudiwadani secara pribadi. Habis itu kamu baru sudiwadani secara resmi dengan membuat surat pernyataan bersedia foto dan tanda tangan dirimu. Dengan sudiwadani secara resmi kamu akan diterima oleh masyarakat yang lain."

Begitulah kata beliau. Saya pun di lukat oleh beliau di grianya bertepat di daerah kediri.

Perjalanan selanjutnya saya menuju ke Blitar. Sebuah kota yang sangat indah. Masih banyak sawah dan kebun. Di sana saya bertemu pak mangku purnama. Salah satu pemangku di Tegalasri, Wlingi, Blitar. Saya menginap semalam 4 hari 3 malam. Pertama saya mengunjungi Pura Sapto Argo Sidolanggeng. Tempatnya indah sekali dan bangunannya seperti candi jaman dulu. Saya bertemu dengan juru kunci di sana. Saya mengobrol dengan beliau mengenai sejarah di pura tersebut. Habis itu saya sembahyangan di pura tersebut. Setelah itu saya pamit dari pura tersebut.

Bersama pak bagus dan pak mangku di pura Sapto Argo Sidolanggeng.

Bersama para pemangku di Blitar.


Senang sekali ku di Blitar meskipun waktu itu belum banyak yang dikunjungi. Dan kedua kalinya ku ke Blitar banyak yang ku kunjungi di Blitar. Mantap dah pokoknya.

Habis dari Blitar saya lanjutkan perjalanan ke Bali. Perjalanan saya melanjutkan menggunakan BUS AKAP Malang - Bali. Di Bali saya tidak bisa bercerita banyak. Saya mengunjungi Bapak Angkat saya, beberapa Pendeta Hindu di Bali, Pemangku di Bali, dan juga mengunjungi Pura Melanting dan Pura Pulaki di Buleleng, Bali.

Bersama dengan bapak angkat di Bali.


Tamat... (Eh Belum Tamat. Masih Berlanjut dong.)

Semoga cerita ini dapat menginspirasi kalian umat sedharma. Mohon maaf jikalau ada kata yang salah menurut kalian..

Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia 
Om Shanti Shanti Shanti Om.
Salam Hormat.
NUR SYAWALUDIN