Om Swastyastu.

Kali ini saya akan melanjutkan cerita dari mba arum yang berjudul Apakah Saya Melik?. Cerita ini sungguh unik soalnya berdasarkan mimpi yang dialami menjadi nyata. Nantikan cerita selanjutnya.. Ok kita menuju ceritanya...

   Januari 2018, selang beberapa hari setelah aku pulang. Pulang dari rumah mertua ku waktu itu kembali pulang ke rumah orang tua ku. 

   Aku tidak pernah memikirkan apapun selain anak dan rasa sakit serta kecewa atas perlakuan suamiku, ayah dari anakku. Setelah pertengkaran kami malam itu.

***

   Malam sebelumnya,

   " yah, kita perlu bicara!," tegasku

   " iya, bicara apa?," jawabnya.

    Ku utarakan apa yang menjadi sesak dalam hatiku. Semuanya tanpa sisa 1pun. Air mataku tiada henti mengalir. Di peluknya aku tanpa kata.

     "Aku lelah," ucapku lirih

    Keputusan yang dia berikan dan apa yang telah aku putuskan sendiri. Membawaku ke dalam sakit yang mungkin orang lain tidak akan pernah bisa mengerti dan memahami. Kami ingin bersama tapi Hyang Widhi berkehendak lain.

***

Rumah Ibu,

     Pagi ini aku di antar oleh keluaga Bapak ku kembali kerumah Ibuk ku. Kembali di rumah dulu aku pernah tinggal.
Sampai di tempat aku bersihkan kamr dan menata kasurku. Menidurkan bayiku yang masih berusia belum genap 1tahun. Bayi tanpa dosa itulah yang membuatku kuat atas segala sakit yang aku rasakan.

     Sore menjelang malam, aura panas menyelimuti kamar tidurku. Menyelimuti seluruh pikiranku tentang "negative thinking". Ya, aku takut bila ketemu manusia jahat, karena mereka berbuat jahat dan tidak takut Hyang Widhi. Aku sendiri malah tidak takut hantu. Konyol kan? Tapi itu kenyataan.

      Ku tidurkan anak ku, kubacakan Gayatri Mantram sebagai pengantar tidurnya. Sekejap pun terlelap. Kupandangi dia yang manis dan lucu. Kadang aku pun kesal karena semua mirip dengan ayahnya termasuk weton lahir. Ahh, bagai pinang di belah dua.

     Malam beranjak, aku berdoa dan ku awali tidurku. Entah kenapa tiba - tiba aku bermimpi. Sesosok makhluk kecil dengan kepala plontos berusia 7tahunan. Menembus pintu kamar. Masuk dan mengacak acak lemariku, mencari dompet. Entahlah apa karena yang di cari tidak di temukannya. Di lemparnya dompet itu ke arahku. Aku terkejut dan terbangun.

    " siapa kamu?," bentakku setengah meringis menggosok keningku yang sakit.

    Makhluk itu tidak menjawab, di seretnya aku dari tempat tidur hingga jatuh ke lantai. Tak di hiraukan nya teriakan kesakitanku. 

     " mau apa kamu? Salah ku apa? Kau bawa  aku kemana?," cercaku.
  
     " aku g izinkan kamu tinggal di kamar ini,kamu harus keluar dari rumah ini. Kamu itu bisa mengusirku," jawab makhluk itu.

     " nggak, aku g mau. Ini rumah ibukku. Kamu g berhak ngusir aku," bela ku.

      Makhluk itu menarikku dengan kuat, entah kekuatan seperti apa yang di milikinya karena tubuh sekecil itu mampu menarikku dengan kuat. Aku di seret ke kamar mandi dalam kamar, aku terus meronta. Dan tiba tiba ku ingat. Kubacakan mantram yang aku bisa dan aku ingat.

"OM TRYAMBAKAM YAJAMAHE SUGANDHIM PUSHTIVARDHANAM,URVAARUKAMIVA BANDHANAAN MRITYORMUKSHEEYA MAAMRITAAT," ku baca berulang 3x.

   Makhluk itu enggan melepaskan ku. Tetap menarikku paksa membawaku menembus dinding tembok kamar mandi. Dalam putus asa ku. Ku bacakan Gayatri Mantram 3x. Dan aku pasrahkan hidupku dengan Hyang Widhi. 

    Makhluk itu melepaskan tanganku. Sambil marah mengatakan  sesuatu kepadaku.

    " Kamu boleh tinggal di sini ( kamar) tapi kamu jangan usir aku pergi. Kamu harus tinggal, harus tinggal di sini," ucapnya lantang.

     Aku kesakitan atas perlakuan makhluk itu. Dan tiba tiba aku sudah terbangun dari mimpi ku. Kudapati diriku yang basah dengan keringat dan tentu saja keningku sakit, badanku pun remuk rasanya. Aneh, mimpi ini seakan nyata sekali.
Astungkara aku masih di beri nafas.

Aku percaya Hyang Widhi memberiku hal yang indah suatu saat nanti.

Rahayu.

Baca Cerita Semeton Sebelumnya :

Bagaimana cerita ini menurut kalian? Tulis komentarnya di bawah ya.
Terimakasih sudah membaca artikel ini jangan lupa share ke teman teman dan grup social media kalian.
Happy Nice Day.

Om Shanti Shanti Shanti Om.