Om Swastyastu.
Beberapa hari ini aku sibuk. Mengurusi anak ku yang sedang sakit. Dia demam setelah imunisasi. Aktifitasku di rumah seharian. Malam yang terlewat tanpa istirahat dan rengekan rewel nya anakku, sukses sudah membuatku kelelahan.
Begitulah aktifitasku, tanpa kegiatan yang berarti, hanya mengurus anak ku tiap hari. Aku juga belum kenalan dengan umat desa kelahiranku ini. Belum tergabung dengan kegiatan keagamaan apapun. Selain aku pernah mengunjungi tempat ini saja, Pura Wisnu Murti, Pura Watu Lawang dan Candi Pallah serta Pantai Jolosutro. Dan parahnya aku belum tergerak untuk mengetahui Pura manapun.
Waktu sudah sore. Ku mandikan anak ku. Astungkara dia sudah mendingan. Ku suapi dia makan dan ku kasih obat. Panasnya sudah tidak tinggi lagi. Dia pun aktif kembali. Aku tertawa terbahak - bahak melihat dia berjalan. Ya, Bayu memang mulai bisa berjalan di usianya yang masih 11 bulan. Lebih cepat dari teman temannya. Badan nya yang besar kakinya yang kecil dan pipinya yang tembem, gemas sekali mirip bakpao yang siap aku gigit. Hahahahaha.
( inilah kenapa aku tertawa)
Malam hari
Aku kelelahan, tapi Bayu masih aktif. Mungkin efek selama sakit dia hanya tidur dan bermalas malasan. Satu jam kemudian dia tidur. Tak terasa aku pun tertidur juga karena kelelahan.
Aku mimpi lagi,
Aku terbangun dan membangunkan putraku. Mengajaknya mandi dan berganti baju untuk sembahyang. Entah kenapa tiba tiba aku berjalan menuju lereng gunung kelud. Aku melihat area perbukitan. Cantik dan indah. Belum pernah aku ke tempat yng begitu indah seperti ini, sejuk sekali.
Aku melanjutkan perjalanan. Berjalan melewati jembatan. Aku melihat ada 2 sungai mengapit 1 bukit yang kulihat tersebut. Bukitnya lumayan agak tinggi. Mungkin di sana ada sesuatu. Di sinilqh tingkat ke kepoan ku sudah mencapai batas maksimal. Aku terus berjalan menyusuri jalan setapak perbukitan. Kulihat dari bawah ada sebuah Pura yang amat indah, bangunannya mirip sebuah candi, "itu seperti miniatur candi prambanan," fikirku. Aku terus melangkah. Ku temukan sebuah ukiran di sana. Aku melihat dengan jelas, tulisan indah berukirkan huruf sansekerta. "Pura bagian dari Candi Pallah Penataran". Aku bingung karena setahuku Candi Pallah itu tidak berada di perbukitan Gunung Kelud. Dan yang lebih konyol aku mana bisa huruf sansekerta. Membingungkan bukan.
Aku terbangun dari tidurku, kulihat pukul 3 pagi. Aku masih menerka - nerka apa yang baru saja terjadi. Kenapa mimpi itu seperti nyata. Tapi aku tidak pernah tahu dimana lokasi Pura tersebut. Aku membiarkannya berlalu begitu saja.
( berlanjut ke part 4)
Ini saling berkaitan. Nantikan di part selanjutnya.
Baca Cerita Semeton Sebelumnya :
- Apakah Saya Melik - Part 2
Baca Cerita Semeton Sebelumnya :
- Apakah Saya Melik - Part 2
Bagaimana cerita ini menurut kalian? Tulis komentarnya di bawah ya.
Terimakasih, matur nuwun, matur suksma atas apresiasinya. Dan terima kasih juga sudah membaca artikel ini. Ini hanya sekedar tulisan dan bukan bermaksud apa apa dan murni dari apa yang saya alami.
Jangan lupa share ke teman teman dan grup social media kalian.
Happy Nice Day.
Om Santih , Santih, Santih Om
