Om Swastyastu.
Kali ini saya akan share cerita perjalanan dari mba arum. Judulnya masih sama seperti kemarin cuma ini versi perjalanan nyata. Oiya ada kelanjutannya loh. Ditunggu ya nanti tak share.. Ok kita menuju ceritanya...
Pagi itu jam menunjuk pukul 5 pagi, ku terperanjat karena bunyi alarm. Ya, hari ini ada simakrama di Blitar. Aku yang telah berjanji untuk berangkat bersama Pamangku desaku. Meski pun aku baru jatuh dari motor, tak menyurutkan niatku. Ah, segera ku bergegas mengurusi aktifitas ku. Dan selesai tepat jam 6 pagi. Segera aku mandi dan melaksanakan kewajibanku ber "Trisandya".
Jarum jam menunjuk jam 8 tepat, ku mulai perjalanan. Tak lupa aku berdoa dan meluncur berbaur dengan rombongan ku.
Meskipun hanya 2 sepeda motor. Kami melakukan perjalanan kurang lebih 1 jam sampai juga di tujuan. Ya, tujuan kami adalah Candi Pallah Penataran.
Kami parkir dan segera berbaur dengan saudara se umat. Mencari tempat duduk yang pas untuk kami berteduh.
Acara berlangsung dengan lancar. Akupun di sibukkan dengan anak kesayanganku BAYU. Dia yang polos dan menggemaskan. Kesana kemari bermain tanpa henti. Bahkan akupun tanpa terasa merasa lelah dengan tingkah polahnya.
Tiba tiba anak ku meminta ke kamar mandi
" Buk aku mau pipis," ucapnya polos.
" Ya sayankku, tapi gak boleh nakal lo ya?," jawab ku.
Kami berjalan menaiki tangga dari tanah, menuju toilet berada.
Setelah ku urus anak ku dan bersiap kembali. Ku dengar sudah akan mulai sembahyang. Seketika aku berjalan cepat. Setelah sampai dan mempersiapkan diri bertimpuh. Sempat ku toleh anak ku.
" Jangan kemana - mana ya nak," pesanku pada Bayu yang sibuk bermain di belakang ku.
Sembahyang pun di mulai. Entah kenapa sekujur tubuhku merinding. Bahkan aku agak tak konsentrasi dengan ibadahku. Seperti ada seseorang entah itu siapa. Aku begitu takut sampai pikiranku bukan lagi pada sembahyang ku. Kurasakan lebih pada saat kramaning sembah. Seolah - olah lebih berat dari yang tadi. Bulu kuduk berdiri semua. Ya, seluruh badan ku merinding. Dingin yang tiba2 datang. Sampai di penghujung sembahyangku. Tak lupa ku berdoa selesai sembahyang.
***
"Nis, kamu tadi merasa ada yang lewat gak?," tanyaku pada Garnis putri tertua Pemangku desaku.
" Enggak mbak, aku gak ngerasa apa-apa!," jawabnya.
" Oh, ya sudah kalau begitu," kataku lagi.
Ah, apa ya yang tadi itu. Ku buka fb ku dan ku pencet tombol mencari massager. Ku ketik sebuah nama dan ku utarakan yang barusan terjadi. Setidaknya aku tenang. Meskipun tidak ada jawaban.
***
Acara tlah berakhir dan aku melanjutkan acara pribadiku. Berkumpul bersama teman komunitas ku. Kami meeting bersama. Tak terasa waktu sudah sore. Kami berpisah di luar komplek candi.
Dalam perjalanan pulangku masih saja aku menerka- nerka. Ada apakah dengan yang tadi. Kalaupun aku berlari atau karena cepatku berjalan sambil menggendong Bayu. Pastilah ketika aku duduk sudah netral kembali nafasku.
Tapi entahlah. Aku tidak tahu itu apa?
Apakah memang aku bisa merasakan seperti itu.
Hyang Widhi lah yang Maha Mengetahui.
***
27 September 2019
Candi Pallah Penataran
Darmika_Blitar
Bagaimana cerita ini menurut kalian? Tulis komentarnya di bawah ya.
Terimakasih sudah membaca artikel ini jangan lupa share ke teman teman dan grup social media kalian.
Happy Nice Day.
Happy Nice Day.
Om Shanti Shanti Shanti Om.