Viśvarūpa adalah wujud semesta (kosmik) dari Tuhan yang diperlihatkan kepada Arjuna sebelum dimulainya perang Mahābhārata. Kata "Viśvarūpa" terdiri dari dua kata yaitu kata "viśva" dan "rūpa". Kata "viśva" artinya alam semesta, dan kata "rūpa" artinya bentuk atau wujud. Dari arti kata tersebut, wujud Viśvarūpa adalah wujud Tuhan yang memperlihatkan alam semesta, beserta segalanya yang ada di alam semesta ini. Pada saat wujud Viśvarūpa diperlihatkan kepada Arjuna, Arjuna dapat melihat segalanya di dalam wujud itu.

Wujud Viśvarūpa terdiri dari keseluruhan alam semesta beserta isinya; baik puruṣa (unsur rohani hidup) maupun prakṛti (unsur kebendaan atau material). Wujud ini juga memperlihatkan manifestasi-manifestasi Tuhan, berbagai jenis mahluk hidup, dan berbagai tingkatan tatanan surga dan neraka. Tidak ada satupun yang tidak diperlihatkan dalam wujud Viśvarūpa Tuhan. Bahkan wujud yang paling indah dan wujud yang paling mengerikan pun juga terlihat pada saat itu, sehingga Arjuna menjadi gemetar melihat pemandangan ilahi tak terbatas itu. 

Note kali ini akan menjelaskan tentang wujud Viśvarūpa Tuhan berdasarkan apa yang tertulis dalam kitab suci Bhagavadgītā. Kisah diperlihatkannya wujud Viśvarūpa bermula ketika Arjuna meminta Kṛṣna untuk memperlihatkan wujud semestanya. Berikut ini adalah percakapan antara Arjuna dan Kṛṣna:

Arjuna berkata: "Pelajaran spiritual yang sangat tinggi ini engkau sampaikan kepada hamba sebagai sebuah anugrah kepada hamba. Setelah mendengarkannya, kini kebingungan hamba telah lenyap."
(Bhagavadgītā 11.1)

"Hamba telah mendengarkan tentang penciptaan dan peleburan para mahluk hidup secara terperinci darimu, oh Kṛṣna yang bermata bagaikan bunga teratai, demikian juga keagunganmu yang kekal, tidak termusnahkan"
(Bhagavadgītā 11.2)

"Sebagaimana engkau sudah menyampaikan perihal kesejatian dirimu, wahai parameśvara (penguasa tertinggi), hamba ingin melihat wujud kemahakuasaanmu, wahai kepribadian yang paling utama."
(Bhagavadgītā 11.3)

"Wahai prabhu, apabila engkau berpikir bahwa hamba sanggup melihat wujudmu, maka perlihatkanlah wujudmu yang kekal itu kepada hamba, wahai yogeśvara (sang penguasa yoga)."
(Bhagavadgītā 11.4)

Śrī bhagavān (Kṛṣna) bersabda: "Wahai Pārtha (Arjuna), sekarang lihatlah wujudku. Beratus-ratus, beribu-ribu jenis wujud ilahi yang berwarna-warni dan beragam bentuk."
(Bhagavadgītā 11.5)

"Lihatlah wujud-wujud dari para Āditya, para Vasu, para Rudra, kedua Aśvinī Kumāra, dan juga para Māruta, Serta lihatlah wujud-wujud yang tidak terhitung jumlahnya, yang tidak pernah kau lihat sebelumnya, wahai putra Bhārata (Arjuna)"
(Bhagavadgītā 11.6)

"Wahai Guḍākeśa (Arjuna), lihatlah di dalam badanku, seluruh alam semesta beserta segala isinya, baik yang bergerak, maupun yang tidak bergerak. Selain itu, apapun yang ingin kau lihat, engkau bisa lihat sekarang."
(Bhagavadgītā 11.7)

"Sesungguhnya engkau sama sekali tidak bisa melihat wujudku dengan mata duniawimu. Oleh karena itu, Aku memberikan engkau mata rohani. Lihatlah kehebatan dari yoga aiśvaryaku."
(Bhagavadgītā 11.8)

Sañjaya berkata: "Wahai Mahārāja Dhṛitarāṣṭra, setelah bersabda demikian, Śrī Hari (Viṣṇu), sang penguasa agung yoga, memperlihatkan wujud Kemahakuasaannya kepada Arjuna."
(Bhagavadgītā 11.9)

"Dengan mulut dan mata yang banyak, dengan banyak pengelihatan yang menakjubkan, dengan banyak hiasan rohani yang suci, dengan banyak senjata rohani yang diangkat. Dengan memakai perhiasan dan karangan bunga rohani, dengan minyak wangi dan bau-bauan rohani yang suci, bentuk ilahi yang benar-benar mengagumkan, bercahaya tidak terbatas, dengan muka mengarah ke segala arah."
(Bhagavadgītā 11.10-11)

"Jika pada saat yang bersamaan ribuan matahari bersinar di langit, barangkali seperti itulah luar biasanya cahaya dari wujud yang maha kuasa."
(Bhagavadgītā 11.12)

"Di sana Putra Pandu (Arjuna) melihat seluruh alam semesta, dengan banyak ragam bagian-bagiannya bergabung jadi satu, di dalam badan Dewa dari segala dewa itu."
(Bhagavadgītā 11.13)


Demikianlah kisah Arjuna yang diperlihatkan wujud Viśvarūpa, wujud semesta Tuhan yang maha agung. Dengan ini sudah jelas bahwa alam semesta ini beserta isinya adalah manifestasi Tuhan (panteisme), dan Tuhan meresapi alam semesta yang ia ciptakan (panenteisme). Bagi saudara-saudari yang ingin mengetahui kelanjutan ceritanya bisa membaca keseluruhan bab 11 kitab suci Bhagavadgītā.

Oṁ śantiḥ śantiḥ śantiḥ oṁ
Semoga damai, damai, damai.