Om Swastyastu.

Selamat datang di blog pribadi saya. Bagaimana kabarnya kalian? Semoga selalu dilindungi Ida Sanghyang Widhi Wasa. Sebenarnya aku tidak ingin buat artikel tentang perjalanan dharma ku part 3. tapi kali ini aku akan membuat part 3 sampai sudiwadhani. dan mungkin ketika aku menemukan hal - hal yang unik akan aku buatkan part selanjutnya. bagi yang belum baca part 2 silahkan baca di Perjalanan ke Jalan Dharma - Part 2 . baiklah tanpa panjang lebar saya akan ceritakan ke kalian. mohon maaf aku tidak akan ngirim banyak gambar soalnya aku memiliki smartphone yang tebatas.

Pada saat itu tahun 2020 bulan september 2020 kalau ga salah aku ke bali. niat aku ke bali itu ingin belajar agama dan tradisi di sana dan juga nyari pekerjaan. sampai segitunya aku ya hehehe. mungkin ada yang bilang kan covid kan susah nyari kerjaan. ya aku kerja apa adanya ga berat banget dan ringan banget ya pas pasan aja.

Aku tinggal di tempat pendeta di bali pada saat lagi covid yang sedang mengganas pada saat itu. nah di situ aku mencoba untuk berbaur dengan orang orang di sana. makin kesini sekitar hampir 6 bulan kira kira aku merasakan tidak betah. kenapa begitu? mereka itu sangat sekali cuek dengan ku. bahkan aku di bully di sana. remaja di sana mungkin terbiasa dengan hal hal saling ejek mengejek kayaknya. tapi ada sisi buruk pastinya ada sisi baiknya. mereka baik pas di belakang teman-temannya. namun mereka tidak baik pas di teman temannya itu. ya tau sendiri lah.

Aku hanya bisa bantu-bantu di sana dengan kondisi kakiku yang ketika dicoba untuk kerja berat aku tidak bisa melakukan itu. ya aku pernah kecelakaan di tahun 2019 yang lalau dan sudah sembuh di bulan oktober tahun 2020 lalu. kakiku itu tidak di pasang pen karena mahal harganya. jadi kakiku di urut secara tradisional. oiya lanjut ceritanya aku di bali tepatnya di daerah kabupaten grokgak aku bantu bantu ya nyiram tanaman sama buat-buat sesaji itupun aku masih banyak belajar. tapi, aku tidak diajarkan. malah aku di diamkan saja. padahal aku pengen banget belajar. yasudah aku belajar otodidak saja. tapi, ada salah satu pemangku yang baik banget ngajarkan aku membuat sesaji. umurnya sudah tua kelihatannya. 

Disitu aku bisa belajar bahwa tidak banyak orang-orang baik di dunia ini kecuali dengan keihlasan hatinya membantu. maka dari itu aku sangat berterima kasih banyak ke pak mangkunya itu. di awal 2021 aku memutuskan untuk pergi dari Griya pendeta itu dan memilih untuk ke Denpasar siapa tau ada orang baik yang membantu ku. mungkin ada yang bertanya "kenapa sih pergi dari griya kan di sana bisa banyak belajar" ya aku mungkin akan jawab ya di sana itu aku kurang betah karena dari lingkungan sekitar yang cuek dan tidak bisa diajak untuk berbaur dengan ku. bahkan ada yang ga suka sama saya. yasudah saya memutuskan ke denpasar daripada pulang ke Bogor. rencananya pulang ke Bogor kan. tapi saya ingin mewujudkan keinginan saya yang masih belum terwujud itu. meskipun sampai sekarang belum terwujud. akan aku wujudkan jika Ida Sanghyang Widhi Berkehendak. 

Aku Bertemu salah satu Relawan yang sedang bertugas di daerah gianyar kalau ga salah dan aku ke sana untuk sekedar menginap karena aku bingung mau menginap di mana. terus aku cerita cerita ke teman teman anak asuh di sana dan aku sangat have fun menghilangkan rasa penat saat di buleleng itu. banyak kegiatan waktu itu aku bersama anak asuh dari teman relawanku. aku ga bisa sebutkan tapi aku sangat menikmatinya. ketika selesai saat itu aku bergegas pergi ke salah satu rumah anggota relawan itu. beliau seorang tentara yang mungkin terdengar orang keras. namun hatinya baik banget sampe aku dikasih tinggal di sana. aku bantuin beliau di warung milik beliau. aku sangat merasa ingin terus membantu beliau. aku banyak belajar dari beliau. soal disiplin tentara, bantuin warung, jagain warung dll.

Di Bulan Maret 2021 aku berpindah tempat ke kosan di derah Canggu. sebenarnya aku berat pindah dari Denpasar karena aku mengganggap mereka sebagai orang tua kedua ku :'( . karena di Canggu aku diming imingi pekerjaan yang layak dan bagus. nah aku kerja tu di sana. aku bantuin dia ngurus" akun nya dia sampai di bulan ke 2 aku bingung kok ga ada kepastian soal gaji gitu. nah aku izin waktu itu pergi ke griya di daerah pejeng gianyar. aku meminta saran dan solusi apa yang harus aku lakukan. ternyata aku disuruh pulang oleh leluhur ku. pulang dalam artian aku harus pergi dari bali menuju ke bogor tempat tinggal ku. yaudah aku pergi dari bali ke bogor. tapi aku bingung biayanya dari mana. 

Nah sebelum aku pergi bulan ke 3 kalau ga salah seinget ku di bulan mei aku mengajukan untuk sudhiwadani. atau bisa dibilang masuk ke jalan dharma (agama hindu). nah aku terus berusaha untuk bisa kembali ke ajaran dharma sebanarnya waktu di denpasar. aku bener bener kebingungan. dan di bulan mei 2021 itu aku sudhiwadani. aku diupacarai di sebuah griya di daerah sanur denpasar. disitu aku dibantu ya bisa dibilang yayasan bisa dibilang ormas lah. aku dibantu dibiayai segala sarana upacaranya sebesar 1.3 juta. ku kira gratis hehehe. akhirnya saya bisa sudhiwadani dengan resmi. dulu aku dilukat saja. aku juga dibuatkan video pada saat aku di sudhiwadani. sertifikatnya pun saya punya tapi saya tidak publish di sini. videonya ini dia :


Di Bulan Oktober aku memilih untuk pulang ke Bogor dibiayai oleh pendeta di sanur juga tapi bukan waktu itu aku sudhiwadani tapi yang lain lagi ada aku kenal dan beliau baik sekali membantuku untuk bisa pulang ke Bogor. 

Belajar dari pengalaman ketika menemui hal yang sama jangan diulangi lagi. Pahit Manis Kehidupan tergantung kita sendiri yang menjalankan. Lingkungan juga berpengaruh dalam kehidupan agar lebih baik. Akupun harus jadi diri sendiri apa adanya.

Mungkin begitu saja sedikit cerita singkat perjalanan dharmaku. mungkin cerita perjalanan dharma ku akan berlanjut jika menemukan hal hal yang manarik. mohon maaf jika ada salah kata dari saya. semoga bisa membacanya.

Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia.
Om Shanti Shanti Shanti Om.