Dalam Ajaran Kejawen Ada Puncak Ajaran Yang Harus Diikuti dan Betul Betul Menjalankannya Dalam Kehidupan Sehari Hari. Berikut Puncak Ajaran Kejawen :
1. Tapaning Raga
Sikap ini berarti mengendalikan/menghentikan daya gerak tubuh atau kegiatannya. Disini seseorang seharusnya jangan merasa iri, dengki, sakit hati atau menaruh dendam kepada siapapun. Segala sesuatu itu, baik ataupun buruk, harus bisa diterima dengan kesungguhan hati dan sikap yang ikhlas.
2. Tapaning Nafsu
Sikap ini berarti mengendalikan hawa nafsu atau sifat angkara murka yang ada di dalam diri pribadi. Pada tahap ini seseorang itu hendaknya selalu bersikap sabar, ikhlas, murah hati, berperasaan mendalam (tenggang rasa, welas asih), suka memberi maaf kepada siapa pun, Selain itu, ia juga sudah bisa memperhatikan perasaan secara sungguh-sungguh, dan berusaha sekuat tenaga kearah ketenangan (heneng), yang berarti tidak dapat diombang-ambingkan oleh siapa atau apapun juga, serta berada dalam kewaspadaan (hening).
3. Tapaning Budhi
Sikap ini berarti selalu mengingkari perbuatan yang hina, tercela dan segala hal yang bersifat tidak jujur (munafik). Pada tahap ini, seseorang itu harusnya sudah berbudi pekerti yang luhur, memiliki sopan santun, sikap rendah hati dan tidak sombong, tidak pamer dan pamrih, serta selalu berusaha untuk bisa berbuat baik kepada siapapun.
4. Tapaning Suksma
Sikap ini berarti memenangkan jiwanya. Jadi pada tahapan ini hendaknya kedermawanan seseorang itu diperluas. Pemberian sesuatu kepada siapapun juga harus berdasarkan keikhlasan hati, seakan-akan sebagai persembahan khusus, sehingga tidak mengakibatkan kerugian bagi siapapun. Singkat kata, ia tidak lagi pernah menyinggung perasaan orang lain.
5. Tapaning Cahyo
Sikap ini berarti seseorang itu selalu eling lan waspodho (ingat dan waspada) serta mempunyai daya meramal/ memprediksikan sesuatu secara tepat. Jangan sampai kabur atau mabuk, karena keadaan cemerlanglah yang dapat mengakibatkan penglihatan yang serba samar (tidak jelas) dan saru (tidak baik, tidak sopan, tidak tepat, tercela) menjadi jelas. Lagi pula setiap kegiatannya harus selalu ditujukan untuk kebahagiaan dan keselamatan umum. Jauh dari urusan materi duniawi.
6. Tapaning Gesang
Sikap ini berarti selalu berusaha sekuat tenaga dan hati-hati untuk bisa menuju pada kesempurnaan hidup. Hal ini bisa terjadi, ketika seseorang sudah melalui ke lima jenis tapa sebelumnya.
7. Tapaning Sampurna
Sikap ini berarti menyempurnakan seluruh aspek yang berada dalam diri manusia itu sendiri, sempurna dalam artian memmpergunakan sebagaimana mestinya, sebagaimana tuntunan dan tuntutan manusia untuk menjadi pemimpin di muka bumi,bagian bagian dalam diri itu sepeerti halnya panca indra,dijaga itikad, perkataan dan perbuatan agar tidak melukai dan merusak pagar - pagar kehidupan yang telah ditentukan.
Dengan demikian seseorang akan sempurna , sifat raksasa dan riseksi dalam dirinya akan lenyap, seperti iri, dengki, amarah, serakah, hasud, takabur, sombong dan sifat-sifat buruk lainnya.
Sumber : Budhi Kumara
#DR.Bram Hasto
#WAG.Kolo Cokro
