Om Swastyastu.
Dalam Ajaran Agama Hindu Memiliki suatu Filsafat Ilmu yang Sangat Perlu kita Ekplorasi dalam Ilmu Pengetahuan Agama Hindu. Maka dari itu kita perlu pelajari bersama agar bisa memahami lebih jauh tentang Ilmu Pengetahuan Agama Hindu. Saya Mendeskripsikan Materi Ini dari Kuliah Umum di Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta.
Umat Hindu termasuk para kaum terpelajar kerap kali mengatakan bahwa pustaka Veda adalah sumber dari segala sumber ilmu pengetahuan. Karena ungkapan itu tidak ditunjukkan dengan wujud-wujud bangunan itu dianggap sebagai klaim apologis yang tidak sainstifik.
1. Pembahasan Filsafat Ilmu
Untuk memahami Pengetahuan dan Ilmu pengetahuan secara baik dan benar sesuai dengan Ketentuan Ilmu, maka seorang mutlak harus memahami Filsafat Ilmu tetapi sampai tataran implementasinya. Sehingga Ilmu Pengetahuan yang dikonstruk atau ditekuni dapat dijelaskan seluk beluknya oleh pendirinya atau sarjana penekunnya.
Ajaran agama hindu yang bersumber dari veda bagaikan air samudera yang tidak habis habisnya untuk dieksplorasi hanya sayangnya seperti ungkapan redoktur penerbit jalasutra yang berjudul Hipersemeotika: Tafsir Cultural atas Matinya Makna menyatakan: “Sebagian besar intelektual, cendikiawan dan pemikirdi Indonesia. Masih merupakan pengomsumsi dan pemahaman ide daripada pemproduksi ide yang cerdas dan orisinal. Selaras dengan uraian Penerbit Jalasutera, Dr. G.K. Thakkar menyatakan: “Kita (orang Hindu, Bangsa Timur) selalu membutuhkan bantuan orang asing untuk membanunkan kita dari sikap atau sifat kelembaman” (Thakkar, 2001:9)
Sikap minder itu tercipta karena para sarjana hindu tidak membaca kekayaan ilmu pengetahuannya yang ada dalam Veda. Jadi pantas saja jika para sarjana Hindu menunggu kiriman “hujan turun dari Barat” berupa paket-paket atau kiriman teori yang mirip dengan kiriman makanan siap saji. Sesungguhnya hal ini tidak saja melanda sarjana Hindu tetapi hampir semua sarjana Timur, karena itu salah satu pengantar dari Penerbit Jalasutra terhadap buku Hipersemiotika sebagai aprsiasi atas karya Yasraf Amir Piliang yang kreatif inovatif, tidak seperti sarjana kebanyakan menyatakan: “… Sebagian besar intelektual, cendekiawan, dan pemikir di Indonesia, masih merupakan pengonsumsi dan pemahmah ide daripada pemproduksi ide yang cerdas dan orisinal. Penulis buku ini (maksudnya yasraf Amir Piliang) ini tidak sekadar sebagai “pemulung ide”.
2. Para Sarjana Hindu Penting Belajar Indology
Pengetahuan dan literatur Asia, akan tetapi tujuan rahasianya untuk mengungkap secara detail semua pustaka suci Hindu dan mencoba menemukan kata-kata atau pernyataan yang bisa manipulasi dan digunakan untuk merendahkan budaya dan Agama Hindu. Tujuan mereka menemukan Ilmu Pengobatan, ilmu Astronomi serta fakta-fakta ilmiah lain yang tertulis dalam literatur Sanskrit untuk kepentingan negara mereka sendiri.
Sehubungan dengan itu, maka Inggris menciptakan satu istilah, yaitu brahmanism dan menyalahgunakannya sesuai dengan keinginan hati mereka dengan menggunakan semua kata-kata buruk di dalam tulisan mereka yang mana para penulis lain juga mengikutinya dan mereka juga menciptakan sebuah keretakan di antara para brahmana dan kasta lain di India yang menciptakan sebuah prasangka sosial di antara mereka. Kemudian di bawah kekuasaan Warren Hastings di tahun 1784, mereka membentuk sebuah organisasi dengan nama Asiatic Society di Bengal yang memiliki perusahaan penerbitan yang disebut ‘Asiatic Researches’ yang memiliki tujuan rahasia untuk mendapatkan semua naskah Sanskrit, dalam bentuk apapun yang memungkinkan, mempelajari semua itu, dan menemukan cara bagaimana mengkritik serta merendahkan Agama Hindu dan sejarahnya.
Kajian tentang Orientalisme atau Indologi sering dikaitkan dengan tema masyarakat Asia. Presiden Asiatic Society, William Jones, menemukan trik dia menjadikan bahasa Sansekerta hanya bahasa yang lebih tua tetapi bukan bahasa yang lebih unggul dibandingkan dengan bahasa lain di barat, dan semua bahasa di dunia berasal dari 'proto' yang tidak diketahui. Max Muller dalam hasil penelitian pertama menyimpulkan bahwa agama Hindu adalah agama politik, karena merasa bersalah, dia melakukan penelitian kedua, dan menyimpulkan, agama Hindu adalah tauhid, tetapi orang lebih memilih penelitian pertama Max Muller. Max Muller dipekerjakan oleh Inggris pada tahun 1847 dengan gaji yang sangat tinggi karena menciptakan terjemahan yang buruk dari Rgveda yang menyebabkan umat Hindu mulai mengutuk agama Veda mereka sendiri, dan pada tahun 1866 seorang profesor Sansekerta di Calcutta mendapat kontrak 2 juta rupee untuk merumuskan kembali kamus Sansekerta komprehensif yang salah menafsirkan istilah-istilah Veda tertentu. Kemudian Akhir abad 19, awal abad 20, Pargiter dan Smith dan lain-lain ditunjuk oleh Inggris untuk menulis sejarah India.
Namun, mereka diberi nama untuk membuat gambaran yang salah tentang sejarah Bhartiya. seorang guru bahasa Sanskerta di Kalkuta dianugerahi kontrak 2 juta rupee untuk merumuskan ulang kamus bahasa Sanskerta yang komprehensif yang salah menafsirkan istilah-istilah Veda tertentu. Kemudian Akhir abad 19, awal abad 20, Pargiter dan Smith dan lain-lain ditunjuk oleh Inggris untuk menulis sejarah India. Namun, mereka diberi nama untuk membuat gambaran yang salah tentang sejarah Bhartiya. Seorang guru bahasa Sanskerta di Kalkuta dianugerahi kontrak 2 juta rupee untuk merumuskan ulang kamus bahasa Sanskerta yang komprehensif yang salah menafsirkan istilah-istilah Veda tertentu. Kemudian Akhir abad 19, awal abad 20, Pargiter dan Smith dan lain-lain ditunjuk oleh Inggris untuk menulis sejarah India. Namun, mereka diberi nama untuk membuat gambaran yang salah tentang sejarah Bhartiya.
Agama Hindu memiliki banyak buku sejarah asli yang ditulis dalam bahasa Sansekerta dan bahasa daerah termasuk berbagai dinasti dan kerajaan kontemporer di berbagai belahan India. Beberapa di antaranya menggambarkan garis keturunannya hingga Perang Mahàbhàrata dan beberapa buku menggambarkan tindakan erotis Vikramàditya yang mendirikan era Vikrama pada 57 SM. Buku-buku itu berbahaya bagi rencana orang-orang Inggris, sehingga mereka diambil kembali dan dimusnahkan secara diam-diam.
3. Prediksi untuk Sains Masa Depan
Pilihannya adalah membaca literatur ilmuwan Barat dan memilih tujuan ilmiah. Akan ada saatnya ilmu pengetahuan akan membuat kemajuan yang luar biasa, bukan karena alat yang lebih baik untuk menemukan dan mengukur sesuatu, tetapi karena beberapa orang dapat menguasai kekuatan spiritual agung yang jarang digunakan saat ini. Klaus K. Klostermaier adalah seorang sarjana Jerman-Kanada terkemuka tentang agama Hindu dan sejarah serta budaya India. Banyak konsep seperti reinkarnasi, meditasi, yoga dan lain-lain telah diterima oleh dunia. Tidaklah mengherankan melihat Hindu sebagai agama dominan abad ke-21. Prabhu Brawijaya dan Pujangga Ronggo Warsito tidak hanya meramalkan bahwa Hindu akan menjadi agama terbesar di dunia, tetapi para sarjana Barat juga meramalkan kemajuan agama Hindu pada saat itu. kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi akan memicunya. Agama Hindu akan menyebar melalui karya-karya intelektual dan penulis yang menemukan esensi agama Hindu.
Ani Besant Memuji Pemimpin Teosofi Inggris mengatakan "Semakin Anda mengenalnya, semakin Anda mencintainya, semakin Anda mencoba memahaminya, semakin dalam Anda akan menghargainya."
4. Prediksi Tentang Ilmu Masa Depan
Sleksi membaca literatur karya para sarjana Barat dan pilih yang objektif saintifik. Akan ada saatnya di mana ilmu pengetahuan mencapai kemajuan yang luar biasa, bukan karena peralatan yang lebih baik untuk menemukan dan mengukur sesuatu, tetapi karena beberapa orang dapat menguasai tenaga spiritual yang besar, yang saat ini jarang digunakan. Tidak akan mengejutkan untuk menemukan Agama Hindu sebagai agama yang dominan dari abad ke 21. Ia akan menjadi suatu agama yang secara doktrin lebih luwes dibandingan arus utama Kekeristenan, secara politis lebih sedikit dicampuri dibandingan Islam, secara etis tidak sekaku Buddhisme, tetapi ia akan menawarkan sesuatu kepada semua orang".
Ada yang meramalkan Hindu akan menjadi agama terbesar di dunia, tetapi para ilmuwan Barat juga meramalkan kemajuan Hindu pada masa yang akan dipicu oleh kemajuan sains dan teknologi. Banyak pakar Barat menyata-kan bahwa semakin maju sains dan teknologi akan semakin mendekati kebenaran Veda. Klostermeier (1989) menyata-kan bahwa: "Agama Hindu akan menjadi agama dunia. Agama Hindu akan menyebar melalui karya-karya para intelektual dan para penulis yang telah menemukan esensi ajaran Hindu.
Hindu sebagai Agama yang Sempurna dan Ilmiah: "Setelah mempelajari sekitar 40 tahun lebih tentang agama-agama besar dunia, saya menemukan tidak ada yang begitu sempurna, tidak ada yang begitu ilmiah, tidak ada yang begitu ilmiah, tidak ada yang begitu filosofis, dan tidak ada yang begitu spiritual sebagai agama besar, kecuali Agama Hindu.
5. Kesimpulan
Sudah menjadi kewajiban umat manusia, khususnya intelektual akademik, untuk menerapkan Filsafat Ilmu dalam upaya menemukan ilmu-ilmu yang tersembunyi dalam ajaran Veda. Jika umat Hindu, khususnya para cendekiawan Hindu, percaya bahwa Weda adalah sumber dari segala sumber pengetahuan, para cendekiawan Hindu bertanggung jawab untuk mengungkapkan kebenaran. Ilmuwan tidak akan pernah bisa membedakan antara sains dan non-sains, apalagi produk orang yang tidak paham Filsafat Sains, sekalipun menunggu produk Barat. Oleh karena itu, universitas Hindu harus terobsesi untuk mendalami ilmu-ilmu Veda.
Para sarjana Hindu harus berani mendalami ilmu-ilmu Veda yang sangat ilmiah dan sangat luas yang diakui oleh para sarjana Barat. Bacalah buku karya Drs jika Anda merasa tidak nyaman menjelajahi pengetahuan Veda. Adaptasi harus dicapai agar dunia tidak dialami sebagai tempat isolasi, penjara. Di India, seorang anak harus belajar bahwa segala sesuatu di sekitarnya adalah teman dekat, bertemu air yang mengalir di sungai, tanah yang memberi makanan, matahari terbit. Orang India tidak ingin mendominasi alam, tetapi untuk berteman.
Sekian dari saya yang sudah mendeskripsikan tentang Filsafat Ilmu untuk Mengeksplorasi Ilmu Pengetahuan Agama Hindu.Mohon maaf jikalau ada kata yang salah atau tidak sesuai dengan ejaan bahasa indonesia yang baik dan benar. Terima Kasih
Om Shanti Shanti Shanti Om.
Pemateri : I Ketut Donder
Dirangkum Oleh : Nur Sawaluddin
Dirangkum Oleh : Nur Sawaluddin
.png)